Boxer

Sebenarnya ini masalah kostum. Boxer disini maksudnya bukan petinju lho, ya. Tapi celana pendek gombrong yang sering dipakai petinju.

Aku juga nggak paham kenapa cuma pakai celana pendek. Mungkin supaya nggak lecet atau malah jadi robek. Demi alasan kepraktisan juga bisa.

Pastinya aku lebih suka celana boxer yang gombrong. Soalnya ada petinju atau atlet UFC yang pake celana ketat. Itu mengganggu. Masalahnya aku jadi kaya’ ngeliat anak kecil pake pampers. Kenapa gitu? Ya, soalnya yang nggak punya malu itu anak kecil. Orang dewasa biasanya tahu malu.

Lumayan lah, meskipun belum standar. Soalnya aurat lelaki kan mulai bawah pusar sampai lutut. Maklum karena tidak semua muslim. Tapi tetap celana ketat itu menggangguku menyaksikan pertandingan. >_<

Advertisements

Boxing

Akhir-akhir ini sering nonton UFC di salah satu televisi swasta. Biasanya tengah malam.

Dasarnya memang suka nonton tinju. Turunan dari papa. Tapi kick boxing sekarang lebih banyak tampil daripada tinju. Mungkin juga penggemarnya lebih banyak.

Kick boxing itu lebih luwes dari tinju. Boleh pake jurus apa aja dan latar belakang bela diri manapun. Tetap ada aturannya dan larangan.

Dulu waktu masih nonton tinju ada rasa kurang puas. Petinju terutama yang kelas atas mulai sering menahan diri dan berhati-hati agar dapat mempertahankan gelarnya. Paling sebal kalau mereka hanya berjingkat-jingkat dan menghindari pukulan lawan. Lalu kemenangan ditentukan oleh menang angka. Huft! Gak seru sama sekali.

Nah, kick boxing bisa memenuhi rasa puas petarung dan penonton. UFC itu kick boxing atau jenis apa, aku juga kurang tau. Cuma suka aja. Daripada pertarungan liar berdarah-darah seperti dalam film atau pertandingan gulat bertopeng yang palsu dan dibuat-buat.

Yang satu selera, yok nonton UFC.